WSATA BUDAYA LOMBOK TENGAH

KEUNIKAN KAMPUNG SADE

Lombok tak hanya kaya akan potensi wisatanya saja namun juga memiliki potensi wisata budaya yang sayang jika dilewatkan. Jika ingin menikmati wisata budaya di Lombok kamu harus berkunjung ke Desa Sade.

Apa saja yang menarik di sini? Adanya bangunan rumah yang terkesan tradisional yang sering disebut dengan nama 'bale'. Atapnya masih terbuat dari ijuk, memakai bambu tanpa paku, tembok yang terbuat dari anyaman bambu dan langsung beralaskan tanah.ada beragam bale (rumah) di desa Sade, yaitu Bale Tani, Jajar Sekenam, Bonter, Beleq, Berugag, Tajuk dan Bencingah. Bale-bale tersebut konon dibedakan berdasarkan fungsinya.

Gambar terkait

Bale Tani adalah bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal, lantainya terbuat dari campuran tanah, getah pohon dan abu jerami yang kemudian diolesi dengan kotoran kerbau. Ruangannya terbagi dua, yaitu Bale Dalam dan Bale Luar. Ruangan Bale Dalam biasanya digunakan oleh anggota keluarga wanita, yang fungsinya merangkap sebagai dapur. Sedangkan Bale Luar diperuntukkan untuk anggota keluarga lainnya, yang juga difungsikan sebagai ruang tamu. Antara Bale Dalam dan Bale Luar dipisahkan oleh pintu geser dan anak tangga,.

Di dalam ruang Bale Dalam, terdapat tungku yang menyatu dengan lantai dan terbuat dari tanah liat yang digunakan untuk memasak, tidak ada jendela. Hanya memiliki satu buah pintu yang digunakan sebagai jalan keluar masuk yang letaknya di bagian depan Bale. Untuk memasuki ke dalam rumah ada tiga anak tangga yang harus ditapak, jumlah anak tangga ini memiliki arti sendiri loh. Menurut bapak pemandu, tiga anak tangga tersebut adalah kepercayaan suku Sasak yaitu  hidup manusia termaknai dalam tiga tahapan yaitu lahir, berkembang dan mati.

 Lindaleenk-oleh-oleh-Desa-Sade-Lombok

Desa ini berada di perbukitan tanah liat, jarak antara bangunan sangat rapat, tersusun rapi ke atas. Masing-masing bangunan dihubungkan dengan jalan setapak,Menurut penggunaanya, bangunan ini dibagi menjadi tiga tipe. Bale Bonter yaitu rumah milik pejabat desa, Bale Kodong untuk warga yang baru menikah atau untuk para orang tua yang ingin menghabiskan masa tunya. Dan Bale Tani, tempat tinggal bagi yang berkeluarga dan memiliki keturunan.Pintu masuk rumahnya juga unik,Dibuat serendah mungkin sebagai simbol penghormatan kepada pemilik rumah.

Bagian rumah juga terbagi menjadi dua yaitu rumah belakang yang letaknya lebih tinggi. Berfungsi untuk anak gadis sebagai kamar tidur, dapur dan tempat melahirkan. Ruang depan yang berfungsi untuk ruang tamu sekaligus kamar tidur.Ruangan bagian depan bagian kanan untuk kamar tidur bapak dan ibu. Sedangkan bagian kiri untuk kamar tidur anak laki-laki, ruang tamu dan langit-langitnya terdapat rak untuk menyimpan pusaka dan benda berharga.Di tengah rumah yang sempit terdapat tiga buah anak tangga untuk menghubungkan ruangan depan dan belakang. Anak tangga pertama menyimbolkan Tuhan, kedua adalah ibu dan yang terakhir adalah bapak.

Oh iya, seperti yang saya ceritakan sebelumnya warga desa memiliki kebiasaan mengepel lantai dengan menggunakan kotoran kerbau. Konon katanya cara ini cukup ampuh untuk membuat rumah lebih hangat dan dijauhi nyamuk, tapi ketika kalian wisatawan masuk ke dalam rumah dan duduk-duduk di tangga tersebut tenang aja gak ada kotoran yang berbau, jadi jnagan takut untuk mampir!!!

Hal lain yang paling menarik adalah penggunaan perlatan dalam keseharin mereka seperti peralatan pemintalan kapas menjadi benang, alat tenun, alat pertanian dan sebgainya masih menggunakan alat yang jauh dari kata modern.Berkunjung ke desa ini tidak hanya untuk melihat bentuk bangunan atau menonton tariannya, untuk lebih merasakan pola kehidupan di masa lalu Anda dapat berintraksi dengan masyarakatnya yang ramah, bahkan mereka akan mempersilahkan Anda masuk ke dalam rumahnya dan melihat bagaimana mereka mengatur tata ruang yang memiliki nilai kearifan.

alat pemintalan kapas

Berkeliling desa Sade, untaian kain berjajar rapi dan aneka souvenir khas Lombok ditawarkan hampir di setia sisi desa ini. Ada beragam aksesoris setempat seperti kalung, gelang ataupun kotak aksesoris yang bisa digunakan sebagai oleh-oleh dari Lombok. Beberapa motif yang menghiasi aksesoris tersebut adalah cicak, karena dianggap sebagai simbol keberuntungan masyarakat setempat.

 Gambar terkait

- Siapa bilang kampung adat hanya tempat menikmati "mesin waktu ke masa lalu"? Di Kampung Adat Sade, pengunjung dapat menikmati berbelanja langsung ragam hasil tangan masyarakat tradisionalnya. Kampung Adat Sade adalah dusun di Desa Rembitan, Pujut, Lombok Tengah. Masyarakat di sini selain hidup dari bertani dan menenun, juga hidup dari menjual oleh-oleh. Bahkan, Kampung Adat Sade sudah jadi salah satu sentra oleh-oleh yang terkenal di Lombok. "Di sini juga tempat jual oleh-oleh," ujar pemandu Kampung Adat Sade, Salim. Jika datang ke sini, ada banyak barang yang dapat dibeli, semuanya adalah khas Lombok. Untuk olahan tenun misalnya, ada songket, semacam kain panjang yang biasanya digunakan untuk kostum keseharian atau upacara tertentu. Songket biasanya diselipkan di bahu kanan, miring ke pinggang kiri, disangkutkan pada kain sarung. Ada juga sarung yang terbuat dari tenun, sajadah dari tenun, bahan pakaian, hingga bed cover. Semua olahan tenun ini menggunakan pewarna alami. Warna kuning misalnya diambil dari kunyit, warna biru dari nila, coklat dari serabut kelapa, merah dari kulit kayu leke, hingga hijau dari daun kecipir. Karena menggunakan warna alami, maka warna yang ditampilkan cenderung pudar atau kalem. Jadi, jika belanja kain di sini, jangan terkecoh dengan warna-warna cerah yang menyala-nyala. Karena yang menggunakan warna alami justru warnanya lebih pudar. Untuk satu produk tenun, penenun mampu menyelesaikannya dalam waktu satu minggu hingga tiga bulan, tergantung kerumitan motif dan panjang kain. Jadi selain motif, yang menentukan harga di sini adalah panjangnya. Untuk produl-produk tenun, dijual dari harga Rp 50.000 hingga Rp 500.000 per produk. Jika sedang sepi pengunjung, harga bisa lebih murah. Tak perlu takut menawar. Inaq Melan (60), menjajakan kain tenun di Desa Sade, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.(KOMPAS/HENDRA A SETYAWAN) Selain tenun, pengunjung juga dapat membeli aneka gelang di Sade. Gelang terbagi dua macam, ada yang melingkar polos, ada yang pipih dan memiiliki tulisan. Gelang-gelang ini juga memakai pewarna alami sehingga warnanya cenderung pudar atau norak. Gelang-gelang ini dihargai Rp 10.000 untuk tiga buah hingga Rp 5.000 per buah, tergantung bentuk dan kerumitan juga. Jika ada tulisan pada gelangnya, biasanya harga akan lebih mahal. Atau pengunjung juga dapat membeli aneka benang tenun di sini. Menyaksikan proses menenun juga jadi tontonan cukup menarik. Selain itu, pemburu benda antik juga dapat mencari kelontongan sapi alias lonceng sapi. Harganya berkisar antara Rp 150.000 - Rp 400.000 tergantung pada ukurannya. "Dulu masih murah, sekarang sudah naik," papar Salim. Kampung Adat Sade memiliki lahan seluas 7 hektare, dihuni oleh 150 kepala keluarga yang masih satu pertalian darah. Rumah-rumahnya dibangun dari bambu dan jerami. Masyarakat menyebutnya Bale. Kebanyakan rumah adalah Bale Tani karena penghuninya adalah pentani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Serunya Belanja Suvenir di Kampung Sade", https://travel.kompas.com/read/2015/11/15/080000227/Serunya.Belanja.Suvenir.di.Kampung.Sade.
Penulis : Jonathan Adrian

Sangat disayangkan apabila kalian melewatkan desa wisata yang satu ini. Jika anda melewatkan tempat ini, maka anda juga melewatkan sebuah pengetahuan berharga mengenai kebudayaan Indonesia yang sangat indah yang ada di Desa ini. Desa ini menyuguhkan keunikan budaya asli Suku Sasak. Penduduknya masih mempertahankan adat Suku Sasak yang kental dari bangunan rumah, atraksi dan budaya, pakaian, bahkan peralatan sehari – hari yang dipakai.Bagi anda yang ingin keunikan saat wisata, desa sade tampaknya bisa menjadi pilihan. Tentu tidak usah khawatir karena akomodasi memadai ada di tempat ini untuk wisata indah Anda bersama keluarga tercinta.

 

pesona lombok