SEJARAH DESA SADE

Sejak tahun 1975 desa traditisional ini dikunjungi oleh para wisatawan, baik wisatawan lokal maupun dari mancanegara. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat  telah menetapkan Desa Sade sebagai Desa Wisata pada tahun 1989. Menurut sejarah desa ini telah ada sejak 600 tahun yang lalu dan masyarakat menganut ajaran Watte Telu, namun ajaran itu kini telah ditinggalkan dan semua masyarakatnya memeluk islam.

Desa sade adalah salah satu dusun di desa rembitan, pujut, lombok tengah. Dusun ini terkenal sebagai salah satu dusun yang masih mempertahankan adat suku sasak. Desa ini dijadikan desa wisata oleh dinas pariwisata setempat karena keunikan Desa Sade itu sendiri dan penghuninya yang merupakan suku sasak. jika kamu sedang menuju arah pantai kuta Lombok dan pantai Tanjung Aan. maka akan melewati desa sade ini. Lokasinya juga cukup dekat dengan bandara Internasional Lombok, buat wisatawan jangan lupa mampir ya!

Lindaleenk-oleh-oleh-Desa-Sade-Lombok Letaknya di samping jalan raya yang sudah beraspal dan mulus, namun penduduk Desa Sade di Rembitan ini masih berpegang teguh menjaga keaslian desa. Bisa dibilang, Desa Sade merupakan cerminan suku asli Sasak Lombok. Namun bukan berarti desa ini terbelakang, listrik dan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakan (PNPM) dari pemerintah sudah masuk kok kesini. Hanya saja Sade masih menyuguhkan suasana perkampungan asli pribumi Lombok, makanya banyak wisatawan yang tertarik untuk datang kesini.  

Desa Sade memiliki luas sekitar 6 ha, dan ditinggali oleh sekitar 152 kepala keluarga. Hanya ada 152 rumah di sana, dan menurut peraturan desa warga tidak diijinkan untuk membangun pemukiman baru lagi. Sebagian besar warga Sade hidup dari bertani dan menjadi pengrajin kain tenun ikat khas Lombok serta cinderamata. Tidak hanya kain tenun ikat yang dikerjakan secara tradisional, benang yang digunakan untuk menenun juga masih ada yang dipersiapkan sendiri dengan cara dipintal.


Lindaleenk-oleh-oleh-Desa-Sade-Lombok

untuk para wisatawan juga berkesempatan menggunakan pakaian adat suku Sasak yang bernama 'Lambung'. Bentuknya adalah baju hitam tanpa lengan dengan kerah membentuk huruf 'V' dengan sedikit hiasan di tepian baju. Pakaian ini menggunakan bahan kain pelung, bawahannya menggunakan kain panjang semata kaki, dan dipadu dengan sabuk anteng (ikat pinggang) yang dililitkan di pinggang. Pakaian adat 'Lambung' biasanya digunakan oleh gadis-gadis Sasak, khusus untuk menyambut tamu dalam resepsi atau nyongkolan. seperti gambar di atas.

  Hasil gambar untuk desa sade

Lindaleenk-oleh-oleh-Desa-Sade-Lombok

Gambar terkait

Lindaleenk-oleh-oleh-Desa-Sade-Lombok

pesona lombok